Demokrat AHY ke Kubu Moeldoko soal Aset: Fitnah dan Hoaks

Demokrat AHY ke Kubu Moeldoko soal Aset: Fitnah dan Hoaks

Demokrat AHY ke Kubu Moeldoko soal Aset: Fitnah dan Hoaks

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra mempertanyakan rasa malu para mantan kader partainya yang terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) alias kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasalnya, ia menilai, para mantan kader partai berlambang Bintang Mercy tersebut repot mengumbar fitnah dan hoaks sehabis gagal mengudeta AHY melalui penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB).

Pernyataan itu disampaikan Herzaky merespons pengakuan Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, tunjukkan bahwa pihaknya sedang mendalami dan mendata sejumlah aset milik Partai Demokrat yang dianggap tercatat atas nama pribadi.

“Mantan kader kita yang tergabung dalam GPK-PD, kerjanya mengumbar fitnah dan hoaks saja. Setelah gagal melakukan kudeta dan gagal mengadakan KLB yang sah, kini jadi terus menerus menyebar fitnah dan hoaks,” kata Herzaky kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/3).

“Apa tidak malu, ya udah jadi politisi senior, tapi tidak tunjukkan perilaku berpolitik yang tekankan adab, etika, dan kepatutan?” imbuhnya.

Ia pun mempertanyakan warisan yang hendak ditinggalkan oleh para mantan kader Partai Demokrat tersebut untuk generasi mendatang.

Lebih lanjut, Herzaky mengaku bersyukur mantan kader sisa-sisa era feodal yang menghancurkan Partai Demokrat di era 2010-an udah tidak bersama dengan bersama dengan pihaknya lagi.

Namun sebagai sebagai kader Demokrat, Herzaky merasa terlampau terhina bersama dengan kelakuan para mantan kader tersebut.

Ia juga mengaku jadi terhina gara-gara para mantan kader tersebut mengenakan atribut Partai Demokrat saat menyebarkan fitnah dan hoaks tersebut.

“Apalagi, mereka melakukannya tetap mengenakan atribut Partai Demokrat. Padahal, apa yang mereka lakukan, jauh dari nilai-nilai Partai Demokrat yang bersih, cerdas, dan santun,” tuturnya.

Sebelumnya, Rahmad tunjukkan bahwa pihaknya sedang mendalami dan mendata sejumlah aset miliki Partai Demokrat. Mereka menduga sejumlah aset partai tercatat atas nama pribadi.

Menurutnya, cara ini ditempuh gara-gara pihaknya mendapatkan Info bahwa sejumlah aset Partai Demokrat tercatat atas nama pribadi, seperti Kantor DPP Partai Demorkat di Jalan Proklamasi Nomor 41, Menteng, Jakarta Pusat.

“Di antara aset partai yang dibeli manfaatkan duit sumbangan para kader dan masyarakat adalah Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi Nomor 41, Jakarta,” kata Rahmad dalam keterangannya, Minggu (21/3).

Berdasarkan Info yang kita terima, lanjutnya Kantor DPP Partai Demokrat tersebut dibeli saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat bersama dengan harga kira-kira Rp100 miliar.

Kunjungi Juga : Informasi Dunia Casino Online

Namun, menurut Rahmad, sertifikat jual beli Kantor DPP Partai Demokrat itu tidak tercatat atas nama Partai Demokrat, melainkan atas nama perorangan atau pribadi. Dia berkata, Info ini merupakan hal yang tidak baik bagi Partai Demokrat jikalau benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *