PDIP soal Madam Bansos: Jangan Spekulasi, Bisa Jadi Fitnah

PDIP soal Madam Bansos: Jangan Spekulasi, Bisa Jadi Fitnah

PDIP soal Madam Bansos: Jangan Spekulasi, Bisa Jadi Fitnah

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno angkat bicara soal ‘madam’ di dalam kasus dugaan korupsi program bantuan sosial (Bansos) covid-19 yang menjerat Juliari P. Batubara.
Pasang Bola
Istilah ‘madam’ di dalam kasus korupsi Bansos keluar di dalam laporan Koran Tempo. Madam, sebagaimana dilaporkan Tempo, mengacu ke seorang petinggi elite PDIP.

Hendrawan mengatakan perkara sudah masuk ke ranah hukum harus dikonstruksikan secara hukum. Menurutnya, kasus yang berada di di dalam ranah hukum sekiranya dibumbui bersama konstruksi politik sanggup menjadi fitnah.

“Bila dibumbu-bumbui, ditambah-tambahi bersama spekulasi dan ilusi narasi, maka dapat terpelanting menjadi untaian fitnah,” kata Hendrawan lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

Hendrawan meminta semua pihak bersabar menunggu sistem hukum yang ditunaikan KPK. Menurutnya, tidak boleh ada yang berlari mendahului sistem pembuktian yang berjalan di ranah hukum.

“Kita harus bersabar menunggu sistem hukum yang ditangani KPK. Kita jangan berlari mendahului kurva pembuktian di dalam sistem hukum,” ujar bagian Komisi XI DPR RI itu.

Sebelumnya, KPK mengatakan dapat menyelidiki sosok ‘madam’ di dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19. Lembaga antirasuah itu dapat mengonfirmasi hal tersebut kepada saksi-saksi yang dipanggil.

“Tentu dapat dikembangkan lebih lanjut bersama mengkonfirmasi kepada para saksi,” kata Ali kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

Dalam pertumbuhan penanganan kasus ini, sejumlah politikus PDIP dianggap terlibat. Selain Juliari, ada nama Herman Hery dan Ihsan Yunus.

Herman merupakan Ketua Komisi III DPR, pas Ihsan sempat duduk sebagai Wakil Ketaua Komisi VIII. Saat ini Ihsan digeser ke Komisi II yang membidangi tugas pemerintahan di dalam negeri, kepemiluan, sampai pertanahan dan reforma agraria.

Kunjungi Juga : Berita Politik

Berdasarkan laporan investigasi Koran Tempo, disebutkan bahwa proporsi kuota 1,3 juta paket bansos diberikan kepada Herman dan Ihsan. Perusahaan yang terafiliasi bersama Herman memperoleh 1 juta paket, sedangkan sisanya untuk perusahaan yang berafiliasi bersama Ihsan.

Penyidik KPK sendiri sudah menggeledah tempat tinggal orang tua Ihsan di kawasan Jakarta Timur sebagian pas lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *